Picture
Tahukah Anda Mengenai  isi Museum Gajah?

Jakarta, 25 Nopember 2012 di jalan merdeka barat terdapat Museum gajah yang bagaimana masyarakat berpendapat bahwa museum gajah itu di dalamnya terdapa jenis gajah – gajah, namun jauh dari pendapat masyarakat ternyata musem gajah itu dalamnya bukan jenis gajah – gajah, melainkan sejarah – sejarah Indonesia seperti yang dituturkan oleh bapak junaidi selaku pengurus museum gajah tentang penjelasan museum gajah “Museum gajah itu sendiri sebetulnya namanya bukan museum gajah tetapi museum nasional kerena orang – orang melihat di depan museumnya ada arca gajah, arca gajahnya  yang terbuat dari perunggu, yang merupakan hadiah dari Raja Thailand saat mereka berkunjung ke Indonesia saat berkunjung ke Batavia pada tahun 1871, maka orang – orang menyebutnya museum gajah karena terlihat arca gajah di depan museum dan isi dari museum ini sendiri adalah benda – benda budaya sejarah Indonesia dan itu sendiri terdiri dari beberapa jenis, salah satunya peninggalan prasejara Indonesia, peninggalan zaman hindu budah dan di lengkapi oleh beberapa koleksi yang berasal dari masa kolonel Indonesia, tidak hanya kebudayaan Indonesia saja, tetapi kebudayaan luar juga ada, seperti Thailand, Malaysia dll," ujarnya.

Dan pengunjung pun berpendapat mengenai museum gajah seperti yang dituturkan oleh fadli dan septi selaku pengujung museum gajah ”Kita tadi dari kampus dan kita pun baru pertama kali mengunjungi museum gajah ini, kita datang ke museum gajah ini dalam rangka ingin melihat - lihat isi dalam museum gajah ini, dan kalau untuk kunjungan dengan keluarga ke museum ini belum pernah dan museum ini enak dan sangat nyaman, makin kurangnya hanya peletakannya saja yang makin harus di atur lagi karna saya melihat di dalam banyak barang – barang yang numpuk di dalam sebaiknya di tatah di luar agar lebih rapih,” ujarnya.

Dan ada pun pengunjung yang sudah dari TK, dan SMA mereka ke museum gajah, adapun yang berkepentingan untuk mencari referensi, pengetahuan tentang budaya, untuk mencari kerja, seperti yang di tuturkan oleh Rani dan Lia ”Saya pertama ke museum ini dari TK (Rani), saya pertama kali ke museum ini SMA (Lia) dan kami sekarang kami berkunjung kesini dalam rangka hanya ingin memperbanyak refrensi tentang kebudayaan – kebudayaan untuk nantinya mencari kerja, kalau berkunjung bersama keluarga jarang lebih sering bersama teman – teman,” ujarnya.

( Yehezkiel )

Picture
Mendalami ilmu Budaya Melalui Budaya Museum Wayang

Jakarta, 14 Desember 2012 disebuah daerah Kota tua terdapat sebuah Museum Wayang dan begitu banyak sejarah – sejarah tenang kebudaayaan wayang di Indonesia seperti yang Dituturkan oleh Bapak didi selaku pengurus museum wayang  “Sebetulnya koleksinya bukan hanya wayang saja ada gamelang,topeng,lukisan, wayang ada banyak jenisnya di indonesi ada 26 jenis wayang golek, wayang kulit, wayang orang mengenai wayang banyak sekali yang perlu kita jelaskan, mengenai sejarahnya  mungkin yang sekarng masih terkanal adalah wayang  purwa wayang kulit maupun kulitnya, wayang purwa itu sudah ada dari abat ke - 6, di bawa oleh nenek moyang kita, wayang purma sendiri  ada muatan ceritanya tentang ramayana dari kitab Ramayana dan shinta dari cerita pandawa kurawa dan pandawa 5,wayang sendiri ada saat nenek moyang kita namun sudah musnah sudah ribuan tahun, jadi dulu masih animisme dan dinamisme masih kepercayaan belum ada Tuhan, hindukan baru pertama kali masuk itu sebelum hindu belum  punya Tuhan orang-orang , jadi nenek moyang kita dulu rasa terima kasihnya diekspresikan dengan adanya pagelaran wayang, seperti habis panen mereka mengadakan pagelaran wayang. Wayang zaman dulu tidak dimenirukan bentuk karena zaman dulu masih zaman batu hanya diambil bayang – bayang nya jadi bentuknya tidak karuan. Wayang masuk ke indonesia lewat budayaan ,agama yaitu hindu itu budayaanya cenderung mahabarata kalau budha Ramayana,makanya kita acuananya ke Negara lain seperti cina, Malaysia disana hanya budha dan hindu yang ada disana,” ujarnya.

 Dituturkan oleh mas jaka selaku penjual wayang “Tergantung dari wayangnya kalau Kita menjual wayang golek dari bandung jawa barat, dari bentukan  kan kalo wayang jogja dan jawa itu kan dari kulit, kalau wayang jawa barat itu kan dari kayu dan bentuknya juga beda uga dai dalangnya juga,mengenai asal muasal wayang saya juga belum tahu sampai kesana, kalau saya lebih mengerti pada cara pembuatanya dari bambu dan kayu,”ujarnya.

Di tuturkan juga oleh bapak hajarudin selaku masyarakat " wayang itu tradisional kejenisan dari daerah jawa, ada wayang kulit, kalo jenisnya panggilannya bagong, semar, budaya wayang itu bias di pertahankan dari ada jawa bisa masuk ke Indonesia, yang berhak mempertahnkan itu kita semua dan masyarakat, perlu tahu, jujur saya memang suka wayang,” ujarnya .

( Yehezkiel )


Picture
Minimnya Pengetahuan Tentang Ondel – Ondel di Jakarta


Jakarta,15 Desember 2012 di sebuah Monumen Nasional (Monas) banyak sekali komunitas ondel – ondel untuk menghibur para pengunjung dan sekaligus mencari sebuah nafkah dari ondel – ondel dan ondel – ondel memiliki banyak sejarah seperti yang dituturkan oleh mas sahrul selaku ketua komunitas ondel – ondel di Monas “Sejarah ondel – ondel merupakan kesenian dari betawi, sudah lama dari nenek moyang dan ondel – ondel ini sudah lama sejak jaman si pitung, ondel – ondel banyak dipergunakan untuk acara - acara di kampung untuk mengarak perkawinan, palang pintu nikahan, ulang tahun dll, untuk menghibur masyarakat, saya mendirikan komunitas ondel – ondel agar tidak punah untuk melestarikan kebudayayan betawi kita orang asli Jakarta kalau kita tidak melestarikan masyarakat tidak tahu, sanggar ondel – ondel ini berada di daerah kemayoran yang bernama sanggar ondel – ondel bintang sartika,” ujarnya.

Dituturkan oleh mas Salim selaku pemain ondel – ondel sekaligus anak buah dari mas sahrul “mengenai asalnya ondel – ondel jika tidak dihidupin tidak jalan, pembuatan ondel – ondel dari bambu dan sapu ijuk, ondel – ondel di meriahkan untuk acara sunatan, sanggar ondel – ondel ini ada didaerah kemayoran,diderah kemayoran ada 9 ondel – ondel,” ujarnya

Banyak masyarakatan di jakarta mengetahui tentang ondel – ondel secara garis besar namun banyak sekali masyarakat di Jakarta tidak mengetahui tentang sejarah latar belakang ondel – ondel seperti yang dituturkan oleh bapak Marco selaku masyarakat Jakarta “Saya sangat tahu ondel – ondel dari Jakarta ondel – ondel berasal dari budaya betawi, ondel – ondel dikantor saya bekerja di sudirman dengan menggunakan budaya ondel – ondel untuk mengamen, di pekan raya Jakarta dan di even – event kebudayaan di Jakarta untuk mempromosikan ke perusahaan di luar negeri salah satu untuk melestarikan budaya ondel – ondel tersebut, mungkin lebih tepatnya PEMDA (Pemerintah Daerah) khususnya Jakarta ini mereka harus bisa melesatrikan mulai darihal yang terkecil dari anak – anak sekolah," ujarnya.

( Yehezkiel )